Zikrillah, Zikrillah Salam Lintas Agama Perspektif Muhammad Amin Al-Harari (Penafsiran QS Al-Nisa : 86, 94, dan Ayat QS Al-Mujadalah: 8 Dalam Tafsir Hadaiq Al-Ruh). Other thesis, UNSPECIFIED.
Full text not available from this repository.Abstract
"ABSTRAK
Diskursus salam lintas agama di Indonesia telah menimbulkan perdebatan teologis dan sosial yang kompleks, terutama setelah keluarnya fatwa MUI tahun 2024 yang melarang praktik tersebut dengan argumentasi bahwa salam dalam Islam memiliki dimensi ubudiah yang tidak dapat dicampur dengan unsur salam dari tradisi keagamaan lain. Di tengah polemik ini, muncul kebutuhan mendesak untuk mengkaji perspektif tafsir klasik yang dapat memberikan landasan teologis sekaligus menjembatani kepentingan integritas keagamaan dengan kohesi sosial dalam masyarakat majemuk Indonesia. Penelitian ini mengkaji penafsiran Muhammad Amin al-Harari dalam Tafsir Ḥadāiq al-Rūḥ terhadap QS. al-Nisa’ ayat 86 dan 94 serta QS. al-Mujadalah ayat 8 yang berkaitan dengan etika salam kepada non-Muslim, sekaligus menganalisis relevansinya dengan fenomena kontemporer Indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research dan analisis mauḍū'ī (tematik). Sumber data primer adalah Tafsir Ḥadāiq al-Rūḥ karya Muhammad Amin al-Harari, dengan sumber sekunder berupa kitab tafsir klasik, hadis, fiqih, dan literatur kontemporer tentang hubungan antarumat beragama. Teknik analisis data menggunakan pendekatan deskriptif-analitis untuk menggambarkan dan menganalisis penafsiran al-Harari serta relevansinya dengan konteks Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Harari menggunakan metodologi komprehensif yang mengintegrasikan bi al-Riwayah dan bi al-Dirayah dengan metode tahlili dan corak linguistik-fiqih. Penafsirannya menekankan prinsip gradasi dalam membalas salam, kewajiban tabayyun (verifikasi cermat) sebelum menghakimi, dan pembedaan antara memulai salam kepada non-Muslim (tidak dianjurkan) dengan kewajiban membalasnya. Relevansi penafsiran al-Harari dengan konteks Indonesia terletak pada tawaran jalan tengah: menggunakan sapaan inklusif namun netral teologis seperti salam Islam lengkap diikuti “Salam sejahtera bagi kita semua” atau sapaan lokal Nusantara, tanpa harus mengucapkan salam yang mengandung unsur pemujaan dari tradisi keagamaan lain. Penelitian ini menawarkan perspektif bernuansa yang mengajarkan keseimbangan antara menjaga kemurnian identitas keagamaan dan membangun kohesi sosial dalam masyarakat majemuk Indonesia.
Kata Kunci: Salam Lintas Agama, Muhammad Amin al-Harari, Tafsir Ḥadāiq al-Rūḥ, Etika Islam, Pluralisme Agama
"
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Mahdianto S.Hum., M.Pd. |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 03:07 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 03:07 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/6453 |
