Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Fenomena Spiritual Bypassing dalam Perspektif Al-Qur’an: Analisis QS. Ar-Ra’d [13]: 11 dan Relevansinya terhadap Konsep Ikhtiar

Mayzahra, Aulia Isna Fenomena Spiritual Bypassing dalam Perspektif Al-Qur’an: Analisis QS. Ar-Ra’d [13]: 11 dan Relevansinya terhadap Konsep Ikhtiar. Other thesis, UNSPECIFIED.

Full text not available from this repository.

Abstract

"ABSTRAK
Fenomena spiritual bypassing, yang awalnya berkembang dalam ranah psikologi Barat telah menjadi realitas sosio-religius yang signifikan dalam masyarakat Indonesia yang religius. Fenomena ini ditandai dengan penggunaan praktik dan narasi spiritual untuk menghindari masalah emosional, psikologis, serta tanggung jawab sosial-ekonomi. Dalam konteks Indonesia, spiritualitas yang seharusnya menjadi sumber transformasi justru sering mengalami penyimpangan menjadi pembenaran untuk sikap fatalistik dan pasrah tanpa ikhtiar, seperti tercermin dalam budaya nrimo dan pola penerimaan terhadap kemiskinan sebagai “takdir Tuhan”. Penelitian ini berangkat dari kegelisahan akademis terhadap pemahaman yang tidak utuh atas QS. Ar-Ra’d [13]:11, yang sering dipahami hanya sebagai motivasi tanpa penekanan pada keharusan berikhtiar. Oleh karena itu, diperlukan penafsiran yang dapat mengungkap relevansi ayat tersebut dalam mengkritisi dan menjawab problem spiritual bypassing di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian library research dan menerapkan teknik analisis tafsir maqa>s}idi> yang dikembangkan oleh Abdul Mustaqim. Metode ini dipilih karena kemampuannya untuk tidak hanya menelisik makna tekstual, tetapi juga mengungkap tujuan-tujuan (maqa>s}id) Al-Qur’an dan Al-Syari>’ah yang terkandung dalam ayat. QS. Ar-Ra’d [13]:11 dianalisis melalui identifikasi maqa>s}id pada tiga level: individu, sosial, dan universal, serta dikaitkan dengan prinsip penjagaan agama, akal, jiwa, dan harta (h}ifz} al-di>n, al-‘aql, al-nafs, al-ma>l). Data primer penelitian ini diklasifikasikan menjadi dua, yaitu objek material berupa QS. Ar-Ra’d [13]:11 dan objek formal berupa pendekatan tafsir maqa>s}idi> Abdul Mustaqim. Adapun data sekunder diperoleh dari kitab tafsir, buku, artikel ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Ar-Ra’d [13]:11 menegaskan prinsip sunnatullah bahwa perubahan sosial harus didahului oleh perubahan internal manusia. Spiritual bypassing di Indonesia terbentuk melalui interaksi antara kondisi kemiskinan struktural, distorsi nilai kultural seperti pergeseran makna budaya nrimo menjadi sikap pasif, serta pemahaman keagamaan yang parsial terhadap konsep tawakkal dan ikhtiar. Kondisi ini dinilai bertentangan dengan maqa>s}id al-syari>’ah karena mengabaikan penjagaan akal dan jiwa, serta mengecilkan agama menjadi sarana untuk membenarkan sikap pasif. Penafsiran maqa>s{id atas ayat ini menawarkan koreksi teologis sekaligus pandangan alternatif penyeimbang antara dimensi spiritual (tawakkal) dengan tanggung jawab nyata (ikhtiar). Dalam penelitian ini juga merekomendasikan integrasi perspektif maqa>s}idi> ke dalam pendidikan agama, dakwah, dan kebijakan sosial agar praktik keberagamaan tidak terjebak pada spiritualitas yang keliru, melainkan berkembang menjadi kekuatan transformatif yang mendorong partisipasi aktif dalam perubahan individu dan sosial.
Kata Kunci: Spiritual bypassing, Tafsir Maqa>s}idi>, QS. Ar-Ra’d [13]:11, Ikhtiar, Indonesia"

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir
Depositing User: Mahdianto S.Hum., M.Pd.
Date Deposited: 24 Jun 2026 03:07
Last Modified: 24 Jun 2026 03:07
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/6452

Actions (login required)

View Item
View Item