Zairi, Zairi "INTERVENSI ORANG TUA DALAM RUMAH TANGGA ANAK YANG MENYEBABKAN PERCERAIAN (Studi Kasus Di Kecamatan Pamenang Kabupaten Merangin Provinsi Jambi)". Other thesis, UNSPECIFIED.
Full text not available from this repository.Abstract
"ABSTRAK
Tinggal bersama orang tua atau mertua masih menjadi realitas sosial dalam keluarga muda di Indonesia, terutama di pedesaan, karena faktor ekonomi, budaya kekeluargaan, dan tradisi kekerabatan. Pola ini dipandang sebagai bentuk solidaritas dan bakti kepada orang tua, sekaligus solusi atas keterbatasan finansial pasangan yang baru menikah. Namun, ketergantungan ekonomi dan kedekatan fisik sering membuka ruang intervensi orang tua dalam pengambilan keputusan rumah tangga.
Di Kecamatan Pamenang Kabupaten Merangin, fenomena ini berkorelasi dengan meningkatnya konflik rumah tangga yang berujung pada perceraian di Pengadilan Agama Bangko. Perselisihan umumnya dipicu oleh tekanan ekonomi, dominasi orang tua, serta lemahnya kemandirian pasangan. Dalam perspektif hukum Islam, pernikahan bertujuan mewujudkan sakinah, mawaddah, dan rahmah, sedangkan perceraian merupakan jalan terakhir ketika kemudaratan tidak dapat dihindari.
Penelitian ini bertujuan menganalisis intervensi orang tua dalam rumah tangga anak yang menyebabkan perceraian ditinjau dari perspektif hukum Islam dan praktik peradilan agama di Kecamatan Pamenang.
Penelitian ini menggunakan metode normatif-empiris dengan pendekatan yuridis empiris untuk menganalisis intervensi orang tua dalam rumah tangga anak yang berpotensi menyebabkan perceraian di Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin, berdasarkan hukum Islam. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk memahami hubungan antara intervensi orang tua, faktor ekonomi, dan keharmonisan rumah tangga menurut perspektif Islam.
Intervensi berlebihan orang tua dalam rumah tangga di Kecamatan Pamenang, seperti dominasi keputusan, campur tangan keuangan dan pengasuhan, serta tekanan emosional, mengurangi kemandirian pasangan muda, memicu konflik, dan melemahkan ikatan suami-istri, sehingga meningkatkan risiko perceraian.
Dari perspektif hukum Islam, tindakan yang memaksa perceraian atau mengambil alih hak pasangan bertentangan dengan prinsip syariat, karena pernikahan bertujuan menciptakan ketenangan, kasih sayang, dan keharmonisan rumah tangga, sementara perceraian hanya sah atas kehendak pasangan sesuai prosedur fiqh.
Orang tua sebaiknya memberi ruang kemandirian pasangan muda, memberikan nasihat tanpa paksaan, dan menghormati hak suami-istri, sementara pasangan perlu komunikasi terbuka dan kerja sama yang baik untuk menjaga keharmonisan, memperkuat ikatan emosional, dan mengurangi risiko perceraian sesuai prinsip syariat."
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Pascasarjana > Magister Ilmu Syariah |
| Depositing User: | Mahdianto S.Hum., M.Pd. |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 03:01 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 03:01 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/6445 |
