Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

KONSEP SIDRAT AL-MUNTAHĀ DALAM AI-QUR’AN MENURUT MUFASIR NUSANTARA: STUDI TAFSIR TARJUMAN AL-MUSTAFID, AL-NUR. AL-AZHAR. DAN AL-MISBAH

Baroka, Pajar Rizki KONSEP SIDRAT AL-MUNTAHĀ DALAM AI-QUR’AN MENURUT MUFASIR NUSANTARA: STUDI TAFSIR TARJUMAN AL-MUSTAFID, AL-NUR. AL-AZHAR. DAN AL-MISBAH. Other thesis, UNSPECIFIED.

Full text not available from this repository.

Abstract

"Konsep Sidrat al-Muntahā merupakan salah satu tema penting dalam pembahasan peristiwa Mi'raj Nabi Muhammad SAW. yang disebutkan dalam Al- Qur'an, khususnya pada QS. Al-Najm [53]: 14-16. Istilah ini memiliki makna yang mendalam dan telah ditafsirkan secara beragam oleh para mufasir, termasuk mufasir dari Nusantara. Perbedaan latar belakang keilmuan, sosial, dan metodologi penafsiran para mufasir Nusantara melahirkan corak interpretasi yang beragam terhadap konsep Sidrat al-Muntahā. Fenomena ini menarik untuk dikaji guna melihat bagaimana para mufasir Nusantara memahami dan menjelaskan makna Sidrat al-Muntahā dalam karya tafsir mereka. Oleh karena itu, penelitian bertujuan untuk mengkaji konsep Sidrat al-Muntahā dalam Al-Qur'an menurut mufasir Nusantara melalui studi terhadap empat kitab tafsir, yaitu Tarjumān al- Mustafīd, Tafsir al-Nūr, Tafsir al-Azhar, dan Tafsir al-Mishbah, serta mengungkap persamaan dan perbedaan penafsiran yang muncul di antara para mufasir tersebut.

Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Sumber data utama dalam penelitian ini adalah kitab Tarjumān al-Mustafīd karya Abdurrauf as-Singkili, Tafsir al-Nūr karya Hasbi Ash-Shiddieqy, Tafsir al-Azhar karya Hamka, serta Tafsir al-Mishbah karya M. Quraish Shihab. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif-analitis dan komparatif untuk mengkaji penafsiran para mufasir terkait ayat-ayat yang menjelaskan Sidrat al-Muntahā, khususnya dalam Al-Qur'an surah An-Najm ayat 14-16. Pendekatan ini digunakan untuk mengidentifikasi konsep, makna, serta kecenderungan penafsiran yang muncul dalam masing-masing tafsir.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para mufasir Nusantara memiliki pandangan yang relatif serupa dalam memahami Sidrat al-Muntahā sebagai batas tertinggi dalam alam gaib yang menjadi tempat berakhirnya pengetahuan makhluk dan menjadi titik puncak perjalanan Nabi Muhammad SAW. dalam peristiwa Mikraj. Namun demikian, terdapat variasi dalam penekanan makna dan penjelasan simboliknya. Sebagian mufasir menafsirkannya secara deskriptif sebagai sebuah pohon di langit tertinggi yang menjadi batas akhir bagi makhluk, sementara mufasir lainnya juga memberikan penjelasan yang lebih filosofis dan spiritual mengenai kedudukannya sebagai simbol batas pengetahuan dan kedekatan makhluk dengan Tuhan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pengkajian lebih lanjut terhadap konsep-konsep kosmologis dalam Al-Qur'an melalui perspektif tafsir Nusantara, sehingga dapat memperkaya khazanah studi tafsir serta menunjukkan kontribusi intelektual ulama Nusantara dalam memahami ayat-ayat Al-Qur'an."

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir
Depositing User: Mahdianto S.Hum., M.Pd.
Date Deposited: 22 Jun 2026 04:00
Last Modified: 22 Jun 2026 04:00
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/6381

Actions (login required)

View Item
View Item