Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

"KOEKSISTENSI ANTARUMAT BERAGAMA DALAM Q.S. AL-MUMTAḤANAH [60]: 8-9 (Studi Komparatif Penafsiran Buya Hamka dan Sayyid Quṭb)"

Muhammad Arif Kurniawan (2025) "KOEKSISTENSI ANTARUMAT BERAGAMA DALAM Q.S. AL-MUMTAḤANAH [60]: 8-9 (Studi Komparatif Penafsiran Buya Hamka dan Sayyid Quṭb)". Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Full text not available from this repository.

Abstract

"ABSTRAK

Penelitian ini membahas konsep koeksistensi antarumat beragama melalui penafsiran dua tokoh mufasir kontemporer, Buya Hamka dan Sayyid Quṭb, terhadap Q.S. Al-Mumtaḥanah [60]: 8-9. Pokok masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kedua tokoh menafsirkan ayat tersebut dalam konteks hubungan Muslim dan non-Muslim, serta implikasinya terhadap kehidupan sosial-keagamaan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis dan metode komparatif. Data primer berupa tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka dan FīẒilāl Al-Qur’ān karya Sayyid Quṭb, dilengkapi sumber sekunder seperti buku, jurnal, dan artikel terkait.
Penelitian ini penting karena saat ini sering terjadi konflik dan ketegangan antara umat beragama yang berbeda. Kedua ahli tafsir yang dipelajari memiliki latarbelakang yang berbeda sehingga cara pandang mereka juga berbeda. Buya Hamka adalah ulama Indonesia yang hidup di tengah masyarakat yang plural. Sementara Sayyid Quṭb hidup di Mesir dalam kondisi politik yang sulit dan penuh tekanan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua tokoh sama-sama setuju pentingnya bersikap adil dan baik kepada non-Muslim yang tidak memusuhi Islam. Namun, Buya Hamka lebih terbuka dan menyesuaikan penafsirannya dengan kondisi Indonesia yang memiliki keberagaman agama dan budaya.. Sebaliknya, Sayyid Quṭb lebih menekankan perlindungan terhadap akidah Islam dalam lingkungan yang kurang mendukung. Perbandingan antara keduanya menunjukkan bahwa pemahaman Hamka lebih mudah menerima perbedaan, sedangkan Quṭb lebih tegas dalam menjaga batas-batas ajaran agama. Kesimpulan penelitian adalah pemahaman Buya Hamka lebih cocok diterapkan di Indonesia untuk memperkuat dialog antaragama. Penulis merekomendasikan pendekatan tafsir kontekstual dan inklusif dalam merespons tantangan keberagaman dan menghindari konflik agama."

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir
Depositing User: Perpustakaan UIN STS Jambi
Date Deposited: 21 Sep 2026 03:28
Last Modified: 21 Sep 2026 03:28
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/6358

Actions (login required)

View Item
View Item