Firmansyah, Kiki Darajah dalam Al Qur'an Perspektif Analisis Semantik Toshihiko Izutsu. Other thesis, UNSPECIFIED.
Full text not available from this repository.Abstract
"Kata darajah dalam Al-Qur'an memiliki makna yang kaya dan beragam. Kata ini muncul dalam 18 ayat dengan berbagai konteks yang berbeda-beda. Para ulama, baik klasik maupun modern, sering berbeda pendapat dalam menafsirkannya terutama ketika menyangkut isu-isu seperti hubungan laki-laki dan perempuan, serta tingkatan-tingkatan dalam masyarakat. Perbedaan tafsir ini mendorong perlunya penelitian yang lebih mendalam dan tidak memihak. Penelitian ini menggunakan metode analisis makna dari seorang ahli bahasa bernama Toshihiko Izutsu, yang menelaah kata tidak hanya dari sisi kebahasaan, tetapi juga dari konteks sejarah dan budayanya, untuk memahami bagaimana kata darajah membentuk cara pandang Al-Qur'an terhadap dunia.
Penelitian ini bersifat kualitatif dengan mengandalkan sumber-sumber pustaka. Peneliti menelusuri makna dasar kata darajah dari akar bahasa Arabnya ( در melihat bagaimana kata ini berhubungan dengan kata-kata lain di sekitarnya, serta melacak bagaimana maknanya berkembang dari zaman sebelum Islam, masa turunnya Al-Qur'an, hingga sesudahnya. Sumber utama penelitian ini adalah 18 ayat Al-Qur'an yang mengandung kata ""darajah"" dan ""darajať"", ditambah kitab-kitab tafsir, kamus bahasa Arab, dan karya-karya Izutsu.
Hasil penelitian menemukan bahwa kata ""darajah"" digunakan dalam enam bidang utama: hubungan keluarga dan sosial, kehidupan spiritual dan akhirat, jihad dan pengorbanan, kenabian dan kerasulan, struktur masyarakat dan ujian hidup, serta sifat-sifat Tuhan. Penelitian ini juga menemukan bahwa makna kata ""darajah"" mengalami perubahan yang cukup besar dari sekadar makna fisik seperti ""anak tangga"" atau ""tingkatan tempat"" di zaman pra-Islam, menjadi konsep yang jauh lebih luas mencakup dimensi agama, spiritual, dan moral dalam Al-Qur'an. Dari sini, peneliti merumuskan tujuh prinsip utama dalam cara pandang Al-Qur'an: segala sesuatu berpusat pada Tuhan, tingkatan seseorang ditentukan oleh amal dan ketakwaannya bukan keturunan, ada dimensi kehidupan akhirat, kehidupan bersifat dinamis dan terus berkembang, ada keterkaitan antara individu dan masyarakat, ada keadilan dalam keberagaman, serta keseimbangan antara nilai universal dan khusus. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya cara kita memahami Al-Qur'an dan memberikan dasar yang lebih seimbang dalam memahami konsep tingkatan dan stratifikasi sosial menurut Islam.
"
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Mahdianto S.Hum., M.Pd. |
| Date Deposited: | 22 Jun 2026 03:29 |
| Last Modified: | 22 Jun 2026 03:29 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/6357 |
