Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Roasting Perspektif Q.S. Al-Hujurat [49]: 12 ( Studi Ma'na Cum Maghza

Muhammad Padel (2025) Roasting Perspektif Q.S. Al-Hujurat [49]: 12 ( Studi Ma'na Cum Maghza. Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Full text not available from this repository.

Abstract

"Fenomena roasting sebagai teknik komedi yang mengkritik individu melalui humor telah populer di Indonesia, terutama dalam konten hiburan digital. Namun, praktik ini memicu pertanyaan etis dari perspektif Islam, khususnya terkait Q.S. Al-H{ujurāt [49]:12 yang melarang prasangka buruk (su>’u al-zann), mencari-cari kesalahan (tajassus), dan menggunjing (ghi>bah). Penelitian ini mengkaji relevansi ayat tersebut terhadap roasting untuk menjawab apakah praktik tersebut bertentangan dengan prinsip komunikasi etis dalam Al-Qur'an.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui library research dengan metode hermeneutika Ma'nā Cum Maghzā (Sahiron Syamsuddin). Sumber data primer adalah Q.S. Al-H{ujura>t [49]:12, sedangkan sumber sekunder meliputi kamus bahasa Arab (Lisān al-'Arab), kitab tafsir klasik hingga kontemporer (At-Thabari, Fakhruddin Ar-Razi, Muhammad Quraish Shihab), kitab asbāb al-nuzūl, jurnal, dan karya ilmiah terkait. Analisis data dilakukan dalam tiga tahap: pertama, makna historis (al-ma'nā al-tārīkhī) melalui analisis linguistik kata kunci ayat, konteks mikro-makro historis, serta keterkaitan intra-dan intertekstual dengan ayat dan hadis lain; kedua, signifikansi fenomenal historis (al-maghzā al-tārīkhī) dengan mengidentifikasi pesan universal ayat dalam konteks masyarakat Madinah; ketiga, signifikansi fenomenal dinamis (al-maghzā al-mu'āṣirah) melalui kontekstualisasi nilai ayat terhadap fenomena roasting era digital.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa roasting bertentangan dengan etika komunikasi Islam dalam Q.S. Al-H{ujura>t [49]:12 karena mengandung tiga elemen terlarang: su>'u al-zann (prasangka buruk terhadap target), tajassus (mencari-cari aib untuk bahan lelucon), dan ghi>bah (menyebarkan aib tanpa tujuan syar'i). Metafora ""memakan daging saudara yang mati"" dalam ayat menegaskan bahwa merendahkan martabat manusia—meski untuk hiburan—adalah pelanggaran prinsip ukhuwah (persaudaraan). Meskipun roasting dilakukan atas persetujuan target dan dalam bingkai komedi, praktik ini berpotensi melukai psikologis korban dan melemahkan kohesi sosial. Studi ini merekomendasikan pengembangan alternatif hiburan yang menghormati martabat manusia, seperti humor kritis terhadap sistem (bukan individu) atau komedi berbasis cerita. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman etika komunikasi Islam dalam konteks media digital dan memberikan panduan bagi pengembangan konten hiburan yang selaras dengan nilai-nilai Islam."

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir
Depositing User: Perpustakaan UIN STS Jambi
Date Deposited: 21 Sep 2026 03:20
Last Modified: 21 Sep 2026 03:20
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/6347

Actions (login required)

View Item
View Item