Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Perspektif hukum islam tentang pemberian hibah kepada anak kandung di desa Kampung tujuh kecamatan cermin nan gedang kabupaten sarolangun

M. Soleh (2025) Perspektif hukum islam tentang pemberian hibah kepada anak kandung di desa Kampung tujuh kecamatan cermin nan gedang kabupaten sarolangun. Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Full text not available from this repository.

Abstract

Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui praktek pemberian hibah yang terjadi di Desa Kampung Tujuh yang sering dianggap sebagai harta warisan, padahal hibah dan warisan adalah dua hal yang berbeda, hibah adalah salah satu bentuk pemindahan harta yang dilakukan semasa hidup, berbeda dengan warisan yang berlaku setelah pewaris meninggal dunia. pemberian hibah seperti ini sudah sering dilakukan bahkan sudah turun-temurun kepada anak cucu hingga sekarang. Skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil dan kesimpulan sebagai berikut: 1) pemberian hibah di Desa Kampung Tujuh, Kecamatan Cermin Nan Gedang, Kabupaten Sarolangun sering dilakukan hanya kepada sebagian anak, khususnya anak perempuan atau anak bungsu, tanpa musyawarah dan tanpa memperhatikan hak ahli waris lainnya. 2) Hal ini menimbulkan dampak positif seperti membantu ekonomi anak dan mempererat kasih sayang, namun juga berdampak negatif berupa timbulnya kecemburuan, perselisihan, hingga perpecahan keluarga. 3) tinjauan hukum islam terhadap pemberian hibah di Desa Kampung Tujuh sering kali menimbulkan rasa iri dan putusnya silaturrahmi terhadap pemberian yang tidak adil terhadap anak-anak yang lain, padahal di dalam islam kita di anjurkan berbuat adil terhadap anak tanpa melihat secara sepihak, bahkan rasullullah sangat menganjurkan berbuat adil kepada anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minimnya pemahaman masyarakat terhadap hukum faraidh dan kuatnya pengaruh adat setempat menjadi faktor utama terjadinya hibah yang tidak adil. Dari tinjauan hukum Islam, hibah yang tidak mempertimbangkan keadilan dan batasan syar’i berpotensi batal dan menimbulkan sengketa hukum. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan penyuluhan hukum Islam agar masyarakat dapat memahami prosedur hibah yang sesuai dengan syariat, sehingga tercipta keadilan, keharmonisan keluarga, serta terhindar dari mudarat di kemudian hari.

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan UIN STS Jambi
Date Deposited: 21 Sep 2026 03:04
Last Modified: 21 Sep 2026 03:04
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/6323

Actions (login required)

View Item
View Item