Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

PEMAHAMAN HADIS PEREMPUAN PEMBAWA KESIALAN MENURUT FAQIHUDDIN ABDUL KODIR

KURNIA AGUS MALIA PUTRI (2025) PEMAHAMAN HADIS PEREMPUAN PEMBAWA KESIALAN MENURUT FAQIHUDDIN ABDUL KODIR. Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Full text not available from this repository.

Abstract

"ABSTRAK
Hadis yang menyatakan bahwa perempuan merupakan salah satu dari tiga sumber kesialan masih sering disalahartikan dan dijadikan dasar untuk merendahkan perempuan dalam masyarakat. Padahal, Islam secara prinsip menolak segala bentuk diskriminasi dan ketidakadilan berdasarkan jenis kelamin. Hadis ini, dalam konteks sejarahnya, mencerminkan pandangan masyarakat Arab jahiliah yang mengaitkan kesialan dengan perempuan, rumah, dan kuda. Dengan demikian, hadis tersebut tidak secara mutlak menunjukkan bahwa perempuan adalah sumber kesialan, melainkan menggambarkan konstruksi budaya masa lalu yang masih memengaruhi sebagian cara pandang umat Islam hingga kini. Hal ini menimbulkan kontroversi pemahaman gender dalam Islam, karena tafsir literal terhadap hadis semacam ini dapat memperkuat pandangan yang tidak adil terhadap perempuan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Objek material penelitian ini adalah hadis tentang perempuan pembawa kesialan, sedangkan objek formalnya menggunakan pendekatan qira'ah mubadalah yang dikembangkan oleh Faqihuddin Abdul Kodir. Pendekatan ini menawarkan pembacaan baru terhadap teks-teks keagamaan, termasuk hadis-hadis yang selama ini ditafsirkan secara bias gender, dengan menekankan prinsip kesalingan, keadilan, dan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan.
Hasil dari penelitian dengan melakukan mubadalah menurut Faqihuddin Abdul Kodir, dengan prinsip kesetaraan dan keadilan gender terdiri dari tiga Langkah. Pertama, menemukan dan menegaskan prinsip-prinsip ajaran islam dari teks yang bersifat universal sebagai pondasi pemaknaan. Kedua, menentukan gagasan utama pada teks-teks yang akan di mubadalahkan dengan menghilanhgkan subjek dan objek dalam teksnya. Ketiga, menurunkan gagasan yang terdapat pada teks sehingga tidak berpatokan pada satu jenis kelamin akan tetapi harus keduanya. Relevasi hadis Perempuan pembawa kesialan salah satu teks hadis ditolak oleh Aisyah ra. Walapun pengriwayatan hadis tersebuat banyak dari kalangan para sahabat. Karena mendiskriminasi Perempuan pada masa Jahiliah. Faqihuddin Abdul Kodir menegaskan bahwa sifat “kesialan” dalam hadis tersebut tidak boleh dimaknai sebagai karakter bawaan perempuan, melainkan lebih kepada kondisi atau sikap tertentu yang negatif, yang juga bisa dimiliki oleh laki-laki. Maka jika seseorang membawa dampak buruk dalam hubungan rumah tangga karena akhlaknya, maka hal itu bisa berasal dari suami maupun istri. Dengan demikian, hadis ini tidak boleh dipahami secara diskriminatif, tetapi harus dilihat dalam kerangka relasi timbal balik yang adil antara laki-laki dan perempuan.
Kata Kunci : Keadilan Gender, Mubadalah, Perempuan Kesialan"

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Hadis
Depositing User: Perpustakaan UIN STS Jambi
Date Deposited: 21 Sep 2026 01:54
Last Modified: 21 Sep 2026 01:54
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/6195

Actions (login required)

View Item
View Item