Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Rekonstruksi Perlindungan Hukum Harta Benda Wakaf Yang Belum Tercatat : Studi Socio-Legal Di Wilayah Pengadilan Agama Kuala Tungkal Provinsi Jambi

Subhi, Ahmad Farhan Rekonstruksi Perlindungan Hukum Harta Benda Wakaf Yang Belum Tercatat : Studi Socio-Legal Di Wilayah Pengadilan Agama Kuala Tungkal Provinsi Jambi. Other thesis, UNSPECIFIED.

Full text not available from this repository.

Abstract

"AHMAD FARHAN SUBHI, NIM: 902210024, Disertasi: Rekonstruksi Perlindungan Hukum Harta Benda Wakaf Yang Belum Tercatat : Studi Socio-Legal Di Wilayah Pengadilan Agama Kuala Tungkal Provinsi Jambi.

ABSTRAK
Praktik wakaf yang belum tercatat secara administratif masih banyak dijumpai di kalangan masyarakat, utamanya di wilayah Pengadilan Agama Kuala Tungkal Provinsi Jambi. Kebanyakan wakaf dilakukan secara lisan dan berbasis kepercayaan, meskipun sah secara syar‘i, namun rentan terhadap konflik dan rentan kehilangan perlindungan hukum. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi empiris wakaf yang belum tercatat, mengevaluasi efektivitas perlindungan hukum oleh sistem hukum wakaf dan praktik Pengadilan Agama, serta merumuskan model rekonstruksi perlindungan hukum harta benda wakaf yang berkeadilan dan berkepastian hukum.
Melalui pendekatan socio-legal, peneliti mewawancarai hakim Pengadilan Agama, aparatur Kementerian Agama dan Kantor Badan Pertanahan Nasional, naẓir wakaf dan/atau ahli waris wakif, disertai analisis peraturan perundang-undangan, penetapan pengadilan, dan literatur fiqh wakaf. Data dianalisis secara kualitatif dengan mengintegrasikan teori maqāṣid al-syarī‘ah, legal protection theory, dan legal system theory.
Hasil penelitian menunjukan bahwa perlindungan hukum terhadap harta benda wakaf yang belum tercatat saat ini masih belum optimal, akibat kesenjangan antara norma hukum positif dan praktik sosial masyarakat, serta lemahnya sinergi kelembagaan. Di sisi lain, Pengadilan Agama Kuala Tungkal justru ingin memberikan perlindungan hukum melalui mekanisme isbat wakaf terpadu (ISWADU), meski menghadapi keterbatasan normatif dan teknis. Penelitian ini menemukan rekonstruksi perlindungan hukum yang mengakui keabsahan substantif harta benda wakaf yang belum tercatat dengan mengintegrasikan prinsip maqāṣid al-syarī'ah serta hukum positif melalui penguatan Pengadilan Agama. Rekonstruksi ini diharapkan mampu mewujudkan perlindungan wakaf yang berkeadilan, berkepastian hukum, dan responsif terhadap realitas sosial.
"

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Mahdianto S.Hum., M.Pd.
Date Deposited: 17 Jun 2026 06:18
Last Modified: 17 Jun 2026 06:18
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/6181

Actions (login required)

View Item
View Item