Abdul Rahim (2025) Analisis Tafsir Maqashidi terhadap ayat-ayat Al-Quran tentang bahaya kecanduan pornografi. Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Full text not available from this repository.Abstract
"Penglihatan merupakan bagian yang sangat vital pada diri manusia, namun penggunaan mata haruslah digunakan sesuai dengan apa yang telah Allah SWT tetapkan. sehingga hal-hal yang dapat merusak dapat menjauh dari pada setiap diri manusia. Pornografi merupakan salah satu virus yang dapat merusak manusia melalui pandangan mata. Sebagaimana telah diketahui bahwa Pornografi adalah salah satu penyumbang kebodohan di dunia, sebab ia dapat merusak lima titik bagian di otak. artinya ia lebih berbahaya dibandingkan dengan narkoba yang hanya merusak tiga bagian saja pada otak manusia. Pornografi sebagai objek penelitian ini maka penelitian ini bertujuan: Mengetahui apa yang dimaksud dengan pornografi dan pandangan Al-Qur’an terhadap pornografi. Meneliti langkah-langkah penggunaan Tafsir maqasidi dalam menafsirkan Al-Qur’an. Mengetahui hasil dari penafsiran ayat tentang pornografi dengan menggunakan pendekatan Tafsir Maqasidi.
Penelitian ini menggunakan Pendekatan tafsir Maqāshidi yang bertujuan untuk menangani dan menjawab berbagai persoalan yang berkembang pada saat sekarang ini dengan basis utamanya adalah ayat-ayat Al-Qur’an. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode pendekatan tafsir Maqāshidi milik Abdul Mustaqim. sebab pada metode yang kemukakannya lebih komplit. Al-Qur’an sebagai objek penafsiran pada dasarnya bersifat statis yang artinya Al-Qur’an tidak bertambah apalagi berkurang. Namun Al-Qur’an harus diinterpretasi ulang guna menemukan jawaban yang tepat untuk menjawab setiap permasalahan yang tidak ada dimasa lalu. Hadirnya pendekatan tafsir Maqāshidi ini, akan menguak dan mengembangkan makna-maknanya sehingga merealisasikan kebutuhan ummat dan dapat dipahami sesuai dengan keadaan pada saat sekaranng ini.
Setelah melakukan pendekatan tafsir Maqāshidi terhadap QS. An-Nahl 90, QS. An-Nur 30-31 dan QS. Al-Isra’ ayat 32. Ditemukan bahwa kotekstualisasi ayat tersebut sebagai berikut: pertama, pendidikan ahklak dan karakter harus dimulai sejak dini terhadap setiap orang sehingga mereka dapat menentukan mana hal yang baik dan mana hal yang dianggap tidak baik oleh agama serta mengetahui dan meninggalkan segala sesuatu yang dapat memicu seseorang dapat melakukan kejahatan termasuk pornografi. Kedua: menahan pandangan dari sesuatu yang dapat menumbulkan syahwat adalah solusi terbaik dalam menjaga martabat kemanusian. Ketiga: salah satu dampak yang ditimbulkan oleh pornografi adalah perzinaan, pembunuhan dan pemerkosaan yang dianggap perbuatan buruk dan keji oleh agama. Maka dengan menjauhinya adalah solusi terbaik agar kita dapat terhindar diperbuatan tersebut."
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Pascasarjana > Magister Aqidah dan Filsafat Islam |
| Depositing User: | Perpustakaan UIN STS Jambi |
| Date Deposited: | 21 Sep 2026 01:33 |
| Last Modified: | 21 Sep 2026 02:11 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/6144 |
