Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

ANALISIS HERMENEUTIKA NASR HAMID ABU ZAYD TERHADAP QS. MUHAMMAD [47]: 22-23 TENTANG ETIKA PEMUTUSAN RELASI SOSIAL

Asraf, Rizqi ANALISIS HERMENEUTIKA NASR HAMID ABU ZAYD TERHADAP QS. MUHAMMAD [47]: 22-23 TENTANG ETIKA PEMUTUSAN RELASI SOSIAL. Other thesis, UNSPECIFIED.

Full text not available from this repository.

Abstract

"Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini berkaitan dengan larangan tegas dari Allah SWT agar tidak memutuskan tali silaturrahmi dan tidak mengingkari janji sebagaimana dijelaskan dalam berbagai ayat al-Qur’an. Namun pada kenyataannya, masih banyak individu yang melanggar perintah tersebut, yang dalam kajian sosial dikenal sebagai perilaku pemutusan relasi sosial. Fenomena ini menimbulkan dilema sosial yang cukup kompleks karena selain bertentangan dengan norma agama, juga berdampak negatif terhadap keharmonisan hubungan antar kerabat, teman, dan masyarakat. Dalam relasi sosial, baik dengan teman maupun masyarakat, tidak selalu menghasilkan dampak positif, tetapi juga dapat menimbulkan dampak negatif. Oleh karena itu, dalam membangun relasi sosial yang positif diperlukan sikap saling tolong-menolong dan memberi manfaat bersama serta menjaga silaturrahmi. Relasi sosial yang berpotensi menimbulkan konflik perlu dihindari agar tidak menyebabkan kerusuhan, tawuran, atau perpecahan di tengah masyarakat. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etika pemutusan relasi sosial dalam perspektif QS. Muhammad [47]: 22–23 dengan menggunakan teori hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd.
Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif yang berfokus pada studi kepustakaan (libarary research). Dari metode studi kepustakaan ini penulis menitikberatkan pada pengumpulan data secara relevan dari berbagai sumber diantaranya: karya ilmiah seperti buku, artikel, jurnal yang tentu berkaitan dengan tema pembahasan dalam penelitian ini. Terkait sumber data primer diambil dari teks ayat-ayat suci al-Qur’an yang berkaitan langsung dengan pemutusan relasi sosial. Sedangkan untuk sumber data sekunder meliputi literatur-literatur buku, skripsi, tesis, disertasi dan karya ilmiah lainnya, kemudian semua data tersebut dianalisis dengan teori hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd terhadap QS. Muhammad [47]: 22-23 terkait pemutusan relasi sosial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qur’an tidak secara eksplisit menggunakan istilah modern “pemutusan relasi sosial”, namun dalam bahasa Arab terdapat konsep yang sepadan, yaitu qath’u al-arham atau qath’u al-rahim yang berarti pemutusan hubungan kekerabatan. Teori hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd bertujuan menggali makna al-Qur’an melalui analisis struktur bahasa, konteks historis, serta situasi sosial budaya ketika teks diturunkan. Penulis menemukan bahwa struktur linguistik QS. Muhammad [47]: 22–23 menegaskan pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan agar tetap harmonis, dengan landasan keimanan, tanggung jawab, dan kesadaran spiritual. Secara sosio-historis, QS. Muhammad [47]: 22–23 ayat ini turun sebagai peringatan manusia agar tidak menyalahgunakan kekuasaan merusak bumi dan memutus hubungan keluarga. Dalam konteks sosio-kultural kontemporer, kedua ayat tersebut mengajarkan etika pemutusan relasi sosial yang berlandaskan keadilan, hikmah, dan tanggung jawab moral dalam kehidupan masyarakat modern saat ini.
"

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir
Depositing User: Mahdianto S.Hum., M.Pd.
Date Deposited: 17 Jun 2026 02:52
Last Modified: 17 Jun 2026 02:52
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/6099

Actions (login required)

View Item
View Item