Purahman, Mhd alif (2026) Konsep al-‘adah muhakkamah dalam tradisi selemak manis pra walimatul ursy pada masyarakat kelurahan simpang rimbo kecamatan alam barajo kota jambi. Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Full text not available from this repository.Abstract
"NAMA : Mhd Alif Purahamn
Nim : 101220016
Judul : Konsep Al-‘Adah Muhakkamah Dalam Tradisi Selemak Manis
Pra Walimatul ‘Ursy Pada Masyarakat Kelurahan Simpang
Rimbo Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi
ABSTRAK
Penelitian ini dilatar belakangi oleh terdapatnya sebuah tradisi yang sangat unik
yang berada di Kelurahan Simpang Rimbo Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi
untuk mengadakan walimatul „ursy yang mana nama tradisinya itu adalah tradisi
selemak manis. Tradisi selemak manis dilakukan dengan tujuan silaturahmi dan
musyawarah antara keluarga pihak laki-laki dan pihak perempuan untuk
menetapkan jumlah benda atau uang adat yang diberikan pihak laki-laki kepada
pihak perempuan dalam pelaksanaan walimatul „ursy. Pokok permasalahan dalam
penelitian ini adalah bagaimana implikasi atau dampak dari tradisi selemak manis
terhadap kehidupan masyarakat di Kelurahan Simpang Rimbo Kecamatan Alam
Barajo Kota Jambi dan bagaimana tinjauan „urf terhadap implikasi atau dampak
dari tradisi selemak manis. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field
research) yang dilakukan di Kelurahan Simpang Rimbo Kecamatan Alam Barajo
Kota Jambi. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah di
Kelurahan Simpang Rimbo Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi. Jumlah sampel
yang di ambil yaitu 53 orang yang terdiri dari 1 orang tokoh lembaga adat, 1
orang tokoh agama, 1 orang tokoh masyarakat dan 50 orang tokoh masyarakat
dengan menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian
yang telah penulis lakukan, maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa
tradisi selemak manis adalah kebiasaan masyarakat di Kelurahan Simpang Rimbo
Kecamatan Alam Barajo sebelum diberlansungkannya acara walimatul „ursy,
prosesinya dilakukan oleh pihak keluarga pengantin laki- laki dan pihak keluarga
pengantin perempuan untuk bermusyawarah. Tradisi ini bertujuan untuk
bersilaturahmi, bermufakat dan bermusyawarah agar bisa terlaksananya walimatul
„ursy yang sampai saat sekarang ini masih terus diberlakukan. Ada dua dampak
yang ditimbulkan dari adanya tradisi selemak manis yaitu dampak baik dan
dampak buruk. Dampak baik karena bisa menjadi ajang silaturahmi antara kedua
belah pihak keluarga laki-laki dan perempuan untuk mengadakan walimatul „ursy
sedangkan dampak buruknya karena terdapat sanksi adat yang diberikan jika
pasangan laki-laki dan perempuan tidak melakukan tradisi selemak manis karena
tak jarang angka yang dipatokkan oleh pihak perempuan terlalu tinggi sehingga
pihak laki-laki menunda pernikahannya al-quran dan Hadis menjatuhi hukum
pelaksanaan walimatul „ursy adalah sunnah muakkad. Sedangkan al-„adah
muhakkamah tidak bisa mentaksis keumuman dan mentaqyid kemutlakan dari teks
syari‟ah. Perspektif kaidah fiqih pun melihat tradisi selemak manis bertentangan
dengan ketentuan-ketentuan pelaksanaan walimatul „ursy, maka sebaiknya tradisi
tersebut tidak dilakukan karena seperti memberatkan biaya resepsi pernikahan
kepada pihak laki-laki.
Kata Kunci: Al-„adah muhakkamah, selemak manis, walimatul „ursy"
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Mahdianto UIN Jambi |
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 01:59 |
| Last Modified: | 15 Jun 2026 01:59 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/5939 |
