Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Representation of anxiety in Logic's Everybody Song album

Nabila, Aurora (2026) Representation of anxiety in Logic's Everybody Song album. Other thesis, UIN STS JAMBI.

Full text not available from this repository.

Abstract

Penelitian ini membahas representasi anxiety (kecemasan) dan defence mechanism (mekanisme pertahanan) yang digunakan untuk menghadapinya, sebagaimana digambarkan melalui speaker lirik dalam enam lagu terpilih dari album Everybody karya Logic. Meskipun penelitian-penelitian sebelumnya telah mengkaji anxiety dalam lirik lagu maupun tokoh sastra menggunakan pendekatan semiotika dan psikologi kognitif, penelitian yang menganalisis anxiety dalam lirik lagu melalui kerangka psikoanalisis klasik Sigmund Freud, khususnya perbedaan antara reality anxiety, neurotic anxiety, dan moral anxiety, beserta defence mechanism spesifik yang digunakan untuk mengelolanya, masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis anxiety yang diekspresikan oleh speaker dalam lagu-lagu Logic serta menganalisis defence mechanism yang digunakan untuk menghadapi anxiety tersebut. Dengan menggunakan pandangan konstruksionis representasi dari Stuart Hall (1997) sebagai landasan konseptual, penelitian ini menggunakan teori anxiety Sigmund Freud (1926) sebagai kerangka utama dan teori defence mechanism Anna Freud (1936) sebagai teori pendukung untuk menganalisis bagaimana speaker mengelola tekanan psikologisnya, dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi, menurut Creswell (2018) dan Moleong (2017), yang melibatkan proses membaca dan menginterpretasikan lirik lagu sebagai teks tertulis, dilanjutkan dengan memilih, menandai, dan mencatat data yang relevan dengan jenis anxiety dan defence mechanism. Analisis data menggunakan qualitative content analysis yang berfokus pada reduksi data, kategorisasi, dan interpretasi lirik dari perspektif psikoanalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anxiety speaker direpresentasikan melalui tiga jenis: reality anxiety, neurotic anxiety, dan moral anxiety, dengan reality anxiety muncul sebagai yang paling dominan, mencerminkan seorang speaker yang tekanannya paling banyak dipicu oleh tekanan eksternal yang nyata seperti diskriminasi rasial dan penolakan sosial. Untuk menghadapi anxiety tersebut, speaker mengandalkan lima defence mechanism denial, repression, projection, rationalization, dan sublimation dengan rationalization muncul paling sering, menunjukkan kecenderungan untuk membingkai ulang pengalaman yang menyakitkan menjadi narasi yang lebih logis dan dapat diterima. Akibatnya, speaker digambarkan mengelola anxietynya bukan dengan menyelesaikan sumber eksternalnya, melainkan dengan terus-menerus menyusun ulang makna atas penderitaannya, yang pada akhirnya disalurkan ke dalam tindakan kreatif berupa penciptaan lagu itu sendiri.

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sastra Inggris
Depositing User: Munsia Andriani
Date Deposited: 18 Sep 2026 01:45
Last Modified: 18 Sep 2026 01:45
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/5927

Actions (login required)

View Item
View Item