SUPARMAN, - (2023) MAHAR DI DESA TAMBUN ARANG KEC. MUARA TABIR, KAB. TEBO DALAM PERSPEKTIF HADIS. Other thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI.
Full text not available from this repository.Abstract
Penelitian ini merupakan jenis penelitian Kualitatif dengan metode living hadis Fenomenologi. Pendekatan penelitian digunakan adalahl penelitian lapanganl (fieldl research) dengan tema “Mahar Di Desa Tambun Arang Kec. Muara Tabir, Kab. Tebo dalam Perspektif Hadis”. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil dan kesimpulan sebagai berikut: 1). Hadis-hadis yang menjadi landasan dalam penelitian ini merupakan hadis yang beberapa yang di riwayatkan oleh An-Nasa’i dan yang di riwayatkan oleh Bukhari. Hadis-hadis yang menjelaskan tentang bagaimana mahar pernikahan pada zaman Nabi Muhammad SAW dan pada zaman sahabat Nabi, aturan mahar yang diberikan kepada pihak perempuan dan lain sebagainya. Dalam hal ini ada beberapa hadis yang menjelaskan bahwa mahar itu tidak memberatkan pihak laki-laki dan dalam beberapa hadis juga menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW menyarankan untuk memberikan mahar walaupun hanya sebentuk cincin yang terbuat dari besi. Kualitas hadis yang terdapat dalam penelitian ini merupakan hadis shahih; 2) Penentuan mahar yang didasarkan pada tingkat pendidikan mempelai wanita di Desa Tambun Arang tersebut, menimbulkan dua akibat hukum yaitu, apabila penentuan mahar berdasarkan pendidikan wanita dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan harkat martabat wanita, maka sah atau halal mereka menerimanya, akan tetapi sebaliknya, apabila penentuan mahar tersebut karena ingin membanggakan diri dan memberatkan pihak laki-laki atau calon suami sehingga menimbulkan hal-hal yang bertentangan dengan syariat hal ini merupakan sesuatu yang tidak sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW; dan 3) Penentuan mahar dalam tradisi masyarakat Desa Tambun Arang dilakukan dengan melihat tingkatan pendidikan mempelai wanita yang akan dinikahi. Pendidikan dapat dijadikan nilai lebih untuk wanita tetapi tidak lantas kemudian dijadikan sebagai patokan dalam menentukan maharnya. Hal ini juga dapat memicu kesenjangan dalam masyarakat yang mengakibatkan terjadinya pembedaan-pembedaan terhadap status wanita. Penentuan mahar di Desa Tambun Arang tidak mempunyai pegangan teguh atau hadis yang kuat dalam penentuan besaran maharnya.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HS Societies secret benevolent etc |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Hadis |
| Depositing User: | Nadia Rezky |
| Date Deposited: | 12 Jun 2026 03:32 |
| Last Modified: | 12 Jun 2026 03:32 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/5853 |
