Muhammad Farhan Al Farisyi (2026) Konsep Anak Sebagai Rezeki Perspektif Tafsir Al Shawkaniy (Telaah Penafsiran QS. Al Isra Ayat 31). Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Full text not available from this repository.Abstract
"Riset ini dilatarbelakangi pada persoalan rezeki. Rezeki ialah suatu pemberian baik yang telah ditetapkan maupun tidak ditetapkan oleh Allah SWT yang meliputi makan, kekuasaan, serta ilmu pengetahuan. Ayat-ayat yang memuat kata rezeki memberi penjelasan tentang jenis-jenis rezeki yang dianugrahkan Allah kepada manusia, baik berupa makanan, buah buahan, air, tumbuhan, binatang, serta keluarga. Kata razaq di dalam bentuk kata kerja di Al-Qur'an di sebutkan sebanyak 61 sementara kata rezeki ini disebutkan sebanyak 123 kali dalam Al Qur'an. Riset ini membicarakan rezeki dari segi anak. Berdasarkan Al Qur'an surah Al Isra':31, diceritakan kisah orang jahiliyah yang sering membunuh anak anak perempuan dan membiarkan anak laki laki mereka hidup. Alasan itu semua di sebabkan karena anak perempuan bagi mereka hanya akan menjadi petaka dan membawa kesengsaraan serta menyulitkan dalam ekonomi kehidupannya sedangkan anak laki laki bisa menjadi tumpuan bagi keluarga dan bahkan menjadi harapan tulang punggung dalam keluarga dan hal itu sangat dibanggakan mereka
Pendekatan riset yang di gunakan adalah (library research) dengan teknik kualitatif dengan menjadikan sumber utama nya pada karya Al Shawkaniy ""Tafsir Fathul Al Qadir"". Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data kepustakaan dan menerapkan teknik analisis data untuk mengungkap isi tafsir melalui teori yang di susun oleh Sahiron Syamsuddin.
Riset ini menemukan bahwa konsep rezeki dari segi anak yang diterapkan oleh Al Shawkaniy dalam menafsirkan ayat Al Qur'an surah Al Isra' ayat 31 yang mana ayat ini membahas mengenai rezeki dan hal yang melarang untuk melakukan vasektomi atau semisalnya. Penafsiran nya berbeda dengan mufassir lain nya yang mana pada perihal vasektomi ini meskipun di bolehkan oleh beberapa mufassir dengan syarat tertentu. Namun, tidak dengan Al Shawkānly yang sangat menentang bahkan tidak membolehkan hal itu terjadi dengan kondisi apapun. Sebab rezeki itu sudah ditetapkan Allah dan anak itu pun juga punya rezeki nya sendiri maka jangan khawatir akan miskin dan cemas yang berkepanjangan terhadap itu. Akhirnya riset ini merekomendasikan kepada umat islam khususnya dan umumnya umat manusia untuk tetap mengasuh anak dan percayalah bahwa setiap rezeki itu sudah ditetapkan dan tidak akan tertukar."
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Mahdianto UIN Jambi |
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 06:16 |
| Last Modified: | 17 Sep 2026 06:16 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/5815 |
