Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

EKSISTENSI YURIDIS AZAS KEMUTLAKAN PADA SANKSI PIDANA MATI PENGEDAR NARKOBA PERSPEKTIF HAM DAN MAQASID SYARIAH

F E I S A L, - (2023) EKSISTENSI YURIDIS AZAS KEMUTLAKAN PADA SANKSI PIDANA MATI PENGEDAR NARKOBA PERSPEKTIF HAM DAN MAQASID SYARIAH. Masters thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI.

Full text not available from this repository.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sanksi pidana mati bagi pengedar narkoba. Pelaksanaan hukuman mati sebagaimana diketahuimengundang berbagai pendapat pro dan kontra, bagi pihak yang pro menganggap pidana mati dapat memberi efek jera dan harus tetap dilaksanakan sesuai peraturan perundangundangan yang ada, sedangkan pihak kontra menganggap hukuman mati seharusnya ditiadakan dengan alasan utama melanggar ketentuan Hak Asasi Manusia. Dalam UU No. 35
Tahun 2009 terdapat bebarapa jenis pidana yang dikenakan bagi terpidana kasus narkotika. Hukuman terberatnya yaitu hukuman mati.
Bentuk sanksi yang demikian ini menjadi problematik jika ditinjau dari asas kemutlakan dalam Hak Asasi Manusia, demikian pula dari sudut pandang hukum Islam yang memosisikan narkoba hanya sebagai unsur memabukkan.
Penelitian ini tergolong penelitian yuridis normatif yang merujuk berbagai sumber, baik sumber primer maupun sekunder. Pendekatan hukum yang digunakan dalam eksplorasi ini didasarkan pada tata cara pelaksanaan pidana mati ini telah diatur dalam UU No. 2/PNPS/1964 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pidana Mati yang Dijatuhkan Oleh
Pengadilan di Lingkungan Peradilan Umum dan Militer. Mengenai teknis yang lebih spesikfik dalam eksekusi mati, diatur dalam Perkapolri No. 12 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pelaksanaan Hukuman Mati. Adapun pendekatan dari sudut pandangn hukum Islamnya adalah berbagai nalar fiqh jinayah, yang bersumber dari Al-Qur’an, Hadits, ijma, dan qiyas.
Hasili penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat ketegorisasi (tafsil) tentang hal ini. Jika melalui kajian yang akurat dapat ditarik kesimpulan
bahwa tindak pidana pengedaran narkoba tergolong ke dalam extra ordinary crime yang secara yuridis telah diatur norma sanksi pidana mati atasnya sebagaimana terdapat dalam UU No. 35 Tahun 2009. Demikian pula dalam pandangaan hukum Islam, ia dapat digolongkan ke dalam
bentuk hirabah yang penerapan sanksi hukumannya adalah ḥadd, yakni dibunuh, disalib atau dipotong tangan dan kakinya secara bersilang dan seterusnya. Kategori tersebut mensyaratkan adanya bukti bahwa ‘illat hukumnya berdampak luar biasa, luas, sporadis serta berdampak pada kerusakan yang sistemik

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
K Law > K Law (General)
Q Science > Q Science (General)
Q Science > QD Chemistry
Divisions: Pascasarjana > Magister Ilmu Syariah
Depositing User: Nadia Rezky
Date Deposited: 11 Jun 2026 10:04
Last Modified: 11 Jun 2026 10:06
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/5795

Actions (login required)

View Item
View Item