ASRIZAL, - (2023) KONTESTASI HUKUM ADAT DAN HUKUM ISLAM PADA PERNIKAHAN MELAYU KEPULAUAN RIAU PERSPEKTIF MAQĀṢID ASY-SYARĪAH. Masters thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI.
Full text not available from this repository.Abstract
Prosesi pernikahan adat melayu yang ada di Provinsi Kepulauan Riau sampai sekarang menjadi isu aktual yang selalu diperdebatkan. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengurai bentuk formulasi pernikahan adat melayu Kepulauan Riau, konstruksi pernikahan adat melayu Kepulauan Riau, serta paradigma baru yang terdapat pada prosesi pernikahan adat melayu Kepulauan Riau. Adapun pendekatan yang digunakan adalah perspektif maqāṣid asy-syarīah.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan bentuk penelitian lapangan (field research). Jenis penelitian adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan antropologi hukum yang bersifat deskriptif-filosofis. Sumber data terdiri dari sumber data pokok (primer) dan sumber data sekunder. Dalam pengumpulan data, metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data yang digunakan adalah analisa data kualitatif mengikuti konsep Miles dan Huberman, yaitu: reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi.
Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa perspektif maqāṣid syarīah; konstruksi pernikahan adat melayu Kepulauan Riau adalah konstruksi maṣlaḥah, artinya mempertahankan prosesi adat yang mendatangkan maslahat, dan meninggalkan prosesi adat yang mendatangkan mafsadat. Dari segi kebutuhannya, berada pada tingkatan taḥsīniyyah, tidak sampai kepada tingkatan ḥājiyyah, apalagi ḍarûriyyah. Adapun formulasi pernikahan adat Melayu Kepulauan Riau harus disandarkan pada lima unsur pokok maqāṣid asy-syarīah atau ad-ḍarûriyyah al-khamsah, yaitu Ḥifẓ Ad-Dīn, Ḥifẓ An-Nafs, Ḥifẓ Al-’Aql, Ḥifẓ An-Nasl, dan Ḥifẓ Al-Māl. Sedangkan paradigma baru yang ditawarkan pada prosesi pernikahan adat melayu Kepulauan Riau adalah paradigma interpretasi syariah yang bermuara pada konsep maqāṣid al-syarī’ah. Adapun prosesi pernikahan adat melayu yang terdapat interpretasi syariah adalah: a) nilai as-Syukur pada prosesi hajatan atau resepsi pernikahan, b) nilai at-Ta’aruf pada prosesi merisik, c) nilai as-Syirkah, nilai at-Ta’awun, dan nilai as-sabiqun bil khair pada prosesi ajak mengajak, d) nilai at-Ta’awun, nilai al-Musyawarah dan as-Syirkah pada prosesi menghantar belanjar, e) nilai al-Mau’izah pada prosesi berbalas pantun. Sedangkan prosesi pernikahan adat melayu yang tidak terdapat interpretasi syariah adalah; a) tabzir pada upacara tepuk tepung tawar, b) israf pada acara hajatan atau resepsi pernikahan, dan c) al-laghw pada prosesi betangas.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Pascasarjana > Magister Ilmu Syariah |
| Depositing User: | Nadia Rezky |
| Date Deposited: | 11 Jun 2026 08:37 |
| Last Modified: | 11 Jun 2026 08:37 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/5788 |
