Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Perlindungan Hak Anak Di Bawah Umur Dalam Tindak Pidana Prostitusi Online (Studi Kasus Polda Jambi)

M. Zainal Abidin (2025) Perlindungan Hak Anak Di Bawah Umur Dalam Tindak Pidana Prostitusi Online (Studi Kasus Polda Jambi). Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Full text not available from this repository.

Abstract

"Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui Perlindungan Hak Anak Di Bawah Umur
Dalam Tindak Pidana Prostitusi Online (Studi Kasus Polda Jambi). Sebagai tujuan
di antaranya adalah untuk mengetahui perlindungan hak Anak di bawah umur
dalam tindak pidana prostitusi online, untuk mengetahui kendala dalam
perlindungan hak Anak di bawah umur dalam tindak pidana prostitusi online.
Skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data
melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian
yang dilakukan diperoleh hasil penelitian, yaitu: Pertama, Perlindungan hak Anak
dilakukan dengan 1) melakukan pendekatan non-diskriminasi yaitu dengan
rehabilitasi sosial, kesehatan fisik dan mental, serta penegakan hukum yang tegas
terhadap pelaku yang mengeksploitasi Anak, 2) memperhatikan kepentingan
terbaik Anak yaitu dengan mengutamakan kepentingan terbaik Anak melalui
pemenuhan hak-haknya, termasuk rehabilitasi, pemulihan psikis, dan jaminan
kerahasiaan identitasnya, serta penerapan sanksi tegas terhadap pelaku sesuai
undang-undang yang berlaku, seperti UU No. 23 Tahun 2002 tentang
Perlindungan Anak dan peraturan perundang-undangan terkait perdagangan
orang, 3) memperhatikan kelangsungan hidup dan perkembangan Anak yaitu
dengan melalui rehabilitasi, perlindungan hukum yang memadai (termasuk
kerahasiaan identitas dan bantuan hukum. Kedua, Kendala perlindungan hak Anak
1) kendala penegakan hukum tidak efektif dikarenakan prostitusi online
merupakan bentuk cybercrime yang memiliki karakteristik khusus, seperti
jangkauan yang luas dan sulitnya pengungkapan pelaku, sehingga membutuhkan
penanganan yang berbeda dan lebih canggih, 2) kendala sosial dan budaya di
masyarakat disebabkan persepsi masyarakat masih sering memandang prostitusi
sebagai masalah moral semata, bukan sebagai masalah struktural yang kompleks,
3) kendala teknis dan infrastruktur dikarenakan keterbatasan fasilitas dan
peralatan teknologi, seperti database yang up-to-date dan teknologi analisis data
digital, menghambat kemampuan penegak hukum dalam menyelidiki kasus.
"

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Perpustakaan UIN STS Jambi
Date Deposited: 17 Sep 2026 05:04
Last Modified: 17 Sep 2026 05:04
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/5781

Actions (login required)

View Item
View Item