Laitul isnaini (2022) "KRITIK ‘A< ’ISYAH TERHADAP HADIS WANITA BISA MEMBATALKAN SHALAT DALAM KITAB AL-IJĀBAH LIIRĀDI MĀ ISTADRAKATHU ‘ĀISYAH ‘ALĀ AL-ASHĀBAH (KARYA BADRUDDIN AZ-ZARKASYI)". Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Full text not available from this repository.Abstract
"Penelitian ini mengkaji kritik ‘Aisyah ra. terhadap hadis tentang
perempuan yang dianggap dapat membatalkan shalat sebagaimana dihimpun
dalam kitab Al-Ijābah li-Irād Mā Istadrakathu ‘Āisyah ‘alā al-Aṣḥābah karya
Badruddin az-Zarkasyi. Hadis yang menyatakan bahwa perempuan termasuk di
antara hal yang “memutus shalat” telah menimbulkan perbedaan pemahaman di
kalangan sahabat dan ulama. Dengan demikian, penelitian ini diarahkan untuk
menelaah secara mendalam bentuk kritik ‘Aisyah ra. serta metode yang
digunakannya dalam meluruskan pemahaman hadis tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi
kepustakaan (library research). Sumber data primer berasal dari kitab Al-Ijābah
karya Badruddin az-Zarkasyi serta hadis-hadis yang berkaitan dalam Kutub alSittah, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari kitab-kitab syarah hadis,
literatur fikih, buku, jurnal, dan karya ilmiah lain yang relevan. Analisis data
dilakukan dengan metode deskriptif-analitis melalui pemaparan data secara
sistematis, kemudian ditelaah dan diinterpretasikan secara kritis untuk
memperoleh pemahaman yang komprehensif terhadap objek kajian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ‘Aisyah ra. Peran ‘Aisyah sebagai
kritikus hadis dalam tradisi keilmuan Islam ‘Aisyah ra. memiliki peran yang sangat
signifikan dalam tradisi keilmuan hadis, tidak hanya sebagai perawi yang
meriwayatkan sejumlah besar hadis, tetapi juga sebagai kritikus yang aktif
terhadap riwayat dan pemahaman para sahabat lainnya. Kritik ‘Aisyah terhadap
hadis tentang wanita yang dianggap dapat membatalkan shalat, sebagaimana
termuat dalam kitab Al-Ijābah, tidak bersifat penolakan terhadap otoritas hadis,
melainkan lebih diarahkan pada koreksi terhadap pemahaman yang bersifat literal
dan parsial. Bentuk kritik yang digunakan oleh ‘Aisyah antara lain berupa
penolakan terhadap generalisasi makna hadis, penggunaan dalil praktik Nabi
sebagai pembanding terhadap riwayat qaulī , serta penegasan bahwa tidak semua
yang tampak dalam redaksi hadis harus dipahami secara zahir. Dalam kasus hadis
tentang terputusnya shalat, az-Zarkasyi tidak menolak riwayat yang ada, tetapi
berupaya mengkompromikannya melalui pendekatan al-jam‘ wa al-taufī q, yaitu
mengharmonisasikan hadis-hadis yang secara lahir tampak bertentangan.
Kata Kunci: ‘Aisyah ra, kritik hadis, pembatal shalat, Al-Ijābah, metodologi hadis."
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Hadis |
| Depositing User: | Perpustakaan UIN STS Jambi |
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 04:45 |
| Last Modified: | 17 Sep 2026 04:45 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/5762 |
