Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Analisis hadis riwayat Tirmidzi no. 2951 tentang penafsiran Al-Quran menggunakan akal perspektif metode hermeneutika Fazlur Rahman

Abdul Majid (2026) Analisis hadis riwayat Tirmidzi no. 2951 tentang penafsiran Al-Quran menggunakan akal perspektif metode hermeneutika Fazlur Rahman. Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Full text not available from this repository.

Abstract

"Hadis riwayat Tirmidzi No. 2951 yang bersumber dari Ibnu Abbas memuat
peringatan Rasulullah Saw. bagi siapa pun yang menafsirkan Al-Qur’an sematamata berdasarkan ra’yu (akal bebas/pendapat pribadi) tanpa landasan keilmuan
yang memadai. Hadis ini menimbulkan berbagai penafsiran dalam diskursus ilmu
tafsir, khususnya terkait batas epistemologis antara penggunaan akal dan
kepatuhan terhadap wahyu. Pemahaman atas hadis tersebut tidak cukup dilakukan
melalui pembacaan tekstual semata, tetapi perlu mempertimbangkan konteks
historis serta nilai moral yang melatarbelakanginya. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan biografi Imam At-Tirmidzi dan konsep
hermeneutika Fazlur Rahman; (2) menganalisis kualitas sanad dan matan hadis
riwayat Tirmidzi No. 2951; serta (3) menerapkan metode hermeneutika Fazlur
Rahman dalam memahami hadis tersebut secara kontekstual.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kepustakaan
(library research). Data utama penelitian berupa hadis riwayat Tirmidzi No. 2951
yang terdapat dalam Al-Kutub Al-Tis’ah. Analisis dilakukan melalui beberapa
tahapan, yaitu kajian kualitas sanad dan matan hadis, penelusuran makna
kebahasaan kata ra’yu dalam tradisi tafsir, serta penerapan hermeneutika Fazlur
Rahman melalui metode Double Movement, yakni memahami konteks historis
hadis (gerakan pertama: masa ke teks) dan merumuskan kembali nilai moral
universalnya dalam konteks masyarakat kontemporer (gerakan kedua: teks ke
masa kini).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hadis Tirmidzi No. 2951 tidak melarang
penggunaan akal secara mutlak, melainkan melarang penafsiran tanpa dasar ilmu
seperti kaidah bahasa Arab, asbabun nuzul, nasikh-mansukh, dan prinsip syariat.
Ulama membagi tafsir bil ra'yi menjadi dua: yang terpuji (mahmud) bila berbasis
metodologi ilmiah, dan yang tercela (madzmum) bila hanya berlandaskan hawa
nafsu. Dalam konteks modern, hadis ini mengandung nilai kompetensi keilmuan,
intersubjektivitas metodologis, dan etika penafsir. Singkatnya, hadis ini bukan
larangan berpikir, melainkan peringatan untuk berpikir secara benar dan
bertanggung jawab.
"

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Hadis
Depositing User: Perpustakaan UIN STS Jambi
Date Deposited: 17 Sep 2026 03:35
Last Modified: 17 Sep 2026 03:35
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/5686

Actions (login required)

View Item
View Item