Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Analisis tafsir maqasidi atas qs-alhujurat 11-12 dan relevansinya terhadap fenomena cancel culture

Nadiatul Asmaul Husna (2026) Analisis tafsir maqasidi atas qs-alhujurat 11-12 dan relevansinya terhadap fenomena cancel culture. Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Full text not available from this repository.

Abstract

"Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas sosiologis yang memprihatinkan di era digital, yaitu maraknya fenomena cancel culture (budaya pembatalan) di media sosial Indonesia. Fenomena yang semula menjadi alat kontrol sosial ini kerap berubah menjadi bentuk penghakiman massal, perundungan siber (cyberbullying), pencarian kesalahan (tajassus), serta perusakan martabat kemanusiaan secara sepihak tanpa adanya proses klarifikasi yang valid. Permasalahan tersebut mendorong peneliti untuk mengkaji etika komunikasi publik melalui kacamata teologis. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam fenomena cancel culture di Indonesia melalui perspektif QS. Al-H}ujura>t [49]:11-12 dengan pendekatan Tafsir maqāsidī.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah Tafsir maqāsidī model Abdul Mustaqim guna membedah dimensi maqasid al-shari'ah (tujuan hukum Islam) di balik larangan-larangan sosial yang terdapat dalam QS. Al-H}ujura>t [49]:11-12 . Data primer dalam penelitian ini bersumber dari ayat-ayat Al-Qur'an terkait beserta kitab-kitab tafsir otoritatif, sedangkan data sekunder digali dari buku, jurnal ilmiah, dan dokumen digital yang merekam fakta empiris fenomena cancel culture di Indonesia. Seluruh data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis) secara deskriptif-analitis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik cancel culture yang destriktif seperti menghujat, membuka aib, dan memboikot seseorang tanpa hak bertentangan secara diametral dengan prinsip etika komunikasi publik dalam QS. Al-H}ujura>t [49]:11-12. Melalui analisis Tafsir maqāsidī, larangan berprasangka buruk (zhan), mencari kesalahan (tajassus), dan mengolok-olok dalam ayat tersebut esensinya bertujuan untuk merealisasikan aspek hifz al-‘ird (menjaga kehormatan) dan hifz al-nafs (menjaga jiwa/mental) manusia dari dampak buruk isolasi sosial digital. Berdasarkan temuan ini, direkomendasikan kepada para pengguna media sosial untuk menerapkan prinsip tabayyun (verifikasi informasi) secara ketat demi mewujudkan kemaslahatan ruang digital. Selain itu, para tokoh agama dan akademisi diharapkan mampu mentransformasikan nilai moral interpersonal ayat ini menjadi panduan aplikatif bagi etika siber (cyber-ethics) kontemporer.
"

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir
Depositing User: Perpustakaan UIN STS Jambi
Date Deposited: 17 Sep 2026 02:53
Last Modified: 17 Sep 2026 02:53
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/5619

Actions (login required)

View Item
View Item