Nurfi Etika Ningrum (2025) Reinterpretasi Hadis-Hadis Misoginis Terkait Kekerasan Dalam Rumah Tangga ( Studi Pendekatan Qira'ah Mubadalah). Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Full text not available from this repository.Abstract
"ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa sejumlah hadis yang selama ini dipahami secara tekstual dan normatif sering dijadikan pembenaran atas praktik kekerassan dalam rumah tangga (KDRT), khususnya terhadap perempuan. Dalam budaya patriarki yang masih mengakar kuat, pemahaman keagamaan yang bias gender dapat memperkuat relasi kuasa yang timpang antara suami dan istri. Beberapa hadis seperti tentang malaikat melaknat istri yang menolak ajakan suami, perempuan itu aurat, perempuan sebagai fitnah terbesar bagi laki-laki, perempuan kurang akal dan agama, hingga perempuan sebagai sumber kesialan, menjadi objek kajian utama karena sering disalahpahami dan dimanfaatkan sebagai legitimasi teologis atas praktik KDRT.
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk membaca ulang hadis-hadis yang dianggap misoginis dengan pendekatan qira’ah mubadalah, yakni sebuah metode hermeneutik berbasis kesalingan yang menempatkan laki-laki dan perempuan sebagai subjek yang setara dalam ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), dan teknik analisis data dilakukan secara hermeneutik dalam tiga langkah: menegaskan prinsip-prinsip Islam yang universal, mengidentifikasi gagasan pokok dalam hadis, dan menurunkannya secara setara kepada dua jenis kelamin.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa jika ditinjau dengan pendekatan qira’ah mubadalah, hadis-hadis yang sebelumnya tampak menyudutkan perempuan dapat dimaknai ulang sebagai peringatan moral dan spiritual yang bersifat kontekstual. Misalnya, hadis tentang perempuan sebagai penghuni neraka terbanyak tidak dimaksudkan sebagai vonis mutlak, melainkan ajakan reflektif terhadap sikap dan perilaku manusia secara umum. Begitu pula hadis tentang ‘kurangnya agama’ tidak merendahkan spiritualitas perempuan, melainkan menunjukkan penghormatan syariat terhadap kondisi biologis perempuan. Dengan demikian, pendekatan qira’ah mubadalah mampu menggeser narasi keagamaan yang hierarkis menjadi narasi yang penuh rahmah, keadilan, dan kesalingan.
Sebagai saran bagi para pembaca, khususnya umat Islam, diharapkan agar memahami hadis-hadis yang berkaitan dengan relasi laki-laki dan perempuan secara lebih kritis dan kontekstual. Penting untuk membaca hadis tidak hanya secara literal, tetapi juga dengan mempertimbangkan semangat keadilan, kasih sayang, dan kesetaraan yang diusung Islam. Pendekatan qira’ah mubadalah dapat menjadi salah satu cara pandang yang solutif untuk menciptakan relasi rumah tangga yang harmonis, menghargai martabat perempuan, serta bebas dari kekerasan.
"
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Hadis |
| Depositing User: | Perpustakaan UIN STS Jambi |
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 07:44 |
| Last Modified: | 16 Sep 2026 07:44 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/5524 |
