Nurhayati, Kholifatul Umi Arifah (2026) PASSIVE SELF-DESTRUCTIVE DALAM TAFSIR MAQĀṢIDĪ: ANALISIS Q.S. AL-KAHFI [18]: 6 DAN ASY-SYU‘ARĀ [26]: 3. Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Full text not available from this repository.Abstract
"Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa perilaku menyakiti diri
tidak selalu muncul dalam bentuk tindakan ekstrem, tetapi juga dapat berlangsung
secara perlahan dan tersembunyi melalui sikap mengabaikan diri, memendam
kesedihan, serta kehilangan keseimbangan batin, yang dalam kajian psikologi
dikenal sebagai passive self-destructive. Kerentanan jiwa semacam ini kerap
tersembunyi di balik kehidupan yang tampak normal. Dalam al-Qur’an, Q.S. alKahfi [18]: 6 dan Q.S. asy-Syu‘arā’ [26]: 3 menggambarkan kondisi Nabi
Muhammad صلى الله عليه وسلم yang hampir membebani dirinya dengan kesedihan mendalam atas
penolakan kaumnya, hingga Allah menenangkan beliau agar tidak larut dalam
kesedihan berlebihan. Ayat-ayat tersebut menghadirkan pelajaran tentang
pentingnya menjaga keseimbangan batin dalam menjalankan tanggung jawab
spiritual. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk kecenderungan
passive self-destructive dalam ayat tersebut, menganalisisnya melalui pendekatan
tafsir maqāṣidī, serta menjelaskan relevansinya dalam konteks pencegahan
kerusakan diri secara pasif.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan
dengan pendekatan tafsir maqāṣidī. Sumber data utama adalah al-Qur’an,
khususnya Q.S. al-Kahfi [18]: 6 dan Q.S. asy-Syu‘arā’ [26]: 3, yang dianalisis
melalui rujukan tafsir klasik dan kontemporer serta literatur pendukung yang
relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan
analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan analisis
isi. Pendekatan tafsir maqāṣidī digunakan untuk menyingkap tujuan-tujuan syariat
yang terkandung dalam ayat, sehingga maknanya dapat dipahami secara lebih utuh
dan kontekstual.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua ayat tersebut mengandung
pesan pengendalian diri dan peneguhan keseimbangan batin sebagai bentuk
pencegahan terhadap kecenderungan passive self-destructive. Dalam konteks ayat,
kecenderungan tersebut tampak pada potensi kesedihan berlebihan yang dapat
melemahkan diri secara batin. Melalui pendekatan tafsir maqāṣidī, ayat-ayat
tersebut menunjukkan keterkaitan nilai penjagaan agama (ḥifẓ al-dīn), jiwa (ḥifẓ alnafs), akal (ḥifẓ al-‘aql), keturunan (ḥifẓ al-nasl), harta (ḥifẓ al-māl), lingkungan
(ḥifẓ al-bi’ah), dan tatanan kenegaraan (ḥifẓ al-dawlah) sebagai satu kesatuan yang
saling menopang. Penguatan nilai-nilai tersebut menegaskan bahwa kesalehan,
empati, dan tanggung jawab sosial harus dijalankan secara seimbang agar tidak
berkembang menjadi beban batin yang berpotensi menyakiti diri secara perlahan.
"
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Mahdianto UIN Jambi |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 01:32 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 01:32 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/5510 |
