Edi, Zalman (2026) Eksistensi kawin sumbong masyarakat desa baru lempur kecamatan gunung raya kabupaten kerinci menurut perspektif hukum islam. Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Full text not available from this repository.Abstract
"EKSISTENSI KAWIN SUMBONG MASYARAKAT DESA BARU LEMPUR
DESA BARU LEMPUR KECAMATAN GUNUNG RAYA KABUPATEN
KERINCI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM
Oleh: Zalman Edi, NIM: 803240016
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena kawin sumbong di Desa
Baru Lempur Kecamatan Gunung Raya Kabupaten Kerinci, khususnya terkait
pelaksanaan, eksistensi, serta pandangan hukum Islam terhadap praktik tersebut.
Penelitian juga menelaah penerapan denda adat berupa satu ekor kambing serta
alasan masyarakat tetap mempertahankan tradisi kawin sumbong. Penelitian ini
menggunakan pendekatan etnografi Spradley melalui observasi partisipatif,
wawancara mendalam, dan dokumentasi. Dengan metode kualitatif, penelitian ini
memanfaatkan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Teknik analisis data
dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui proses pengumpulan
data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara berulang
hingga informasi mencapai kejenuhan. Hasil penelitian menunjukan bahwa
Pelaksanaan kawin sumbong di Desa Baru Lempur menunjukkan bahwa
meskipun dianggap sebagai pelanggaran adat, tradisi ini tidak bermaksud
menghalangi pernikahan, melainkan menegakkan tanggung jawab dan menjaga
harmoni sosial melalui denda adat berupa seekor kambing serta prosesi ulu nasi
sebagai simbol penebusan kesalahan. Setelah adat diselesaikan, pernikahan tetap
dilaksanakan dan masyarakat kembali menerima pasangan tersebut. Hingga kini,
kawin sumbong masih bertahan sebagai bagian penting dari adat setempat
meskipun masyarakat telah dipengaruhi nilai-nilai modern. Dari sudut pandang
hukum Islam, praktik ini tidak membatalkan sahnya pernikahan karena tidak
bertentangan dengan ketentuan syariat terkait hubungan kekerabatan. Denda adat
yang dikenakan dipandang bukan sebagai paksaan, tetapi sebagai simbol moral
berfungsi menjaga kedamaian, mencegah konflik antar keluarga, serta
memperkuat hubungan kekerabatan. Meskipun bukan berasal dari ajaran Islam,
praktik kawin sumbong tetap dapat diterima selama tidak bertentangan dengan
prinsip kerelaan, keadilan, dan keharmonisan dalam pernikahan.
Kata kunci : eksistensi, kawin sumbong, perspektif hukum Islam"
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Pascasarjana > Magister Ilmu Syariah |
| Depositing User: | Mahdianto UIN Jambi |
| Date Deposited: | 20 Apr 2026 03:40 |
| Last Modified: | 20 Apr 2026 03:40 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/5489 |
