Muhammad aditia Erlangga (2026) “Gambaran Perempuan dalam Puisi Cinta Tanpa Batas karya Nizar Qabbani (Kajian Kritik Sastra Feminis)”. Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Full text not available from this repository.Abstract
"Muhammad Aditia Erlangga 2026, Citra Perempuan Dalam Puisi Hub Bilā Ḥudūd Karya Nizar Qabbani
Penelitian ini mengkaji citra perempuan dalam puisi Hub Bilā Ḥudūd karya Nizar Qabbani menggunakan teori semiotika Michael Riffaterre dan teori nomadik Rosi Braidotti. Masalah penelitian ini berangkat dari kecenderungan representasi perempuan dalam sastra Arab yang umumnya ditampilkan melalui simbol-simbol stereotip seperti keindahan, cinta, dan peran domestik, sehingga belum sepenuhnya menggambarkan kompleksitas identitas perempuan secara dinamis. Selain itu, kajian yang mengintegrasikan semiotika Riffaterre dan teori nomadik Rossi Braidotti dalam puisi Nizar Qabbani masih relatif terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan citra perempuan dalam puisi Hub Bilā Ḥudūd serta mengungkap representasi perempuan berdasarkan perspektif teori nomadik Rosi Braidotti. Kerangka teori yang digunakan meliputi semiotika Michael Riffaterre melalui pembacaan heuristik dan hermeneutik untuk menemukan makna puisi, serta teori nomadik Rosi Braidotti yang mencakup konsep becoming, identity fluid, dan deterritorialization dalam melihat perempuan sebagai subjek yang dinamis dan tidak statis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi. Data utama berupa teks puisi Hubbun Bilā Ḥudūd, sedangkan data pendukung diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan pembacaan intensif terhadap teks, kemudian dianalisis menggunakan metode semiotika Riffaterre dan pendekatan nomadik Braidotti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra perempuan dalam puisi tersebut direpresentasikan sebagai sosok yang istimewa, sumber inspirasi, dan simbol kebebasan. Perempuan dalam puisi ini juga dipahami sebagai subjek yang memiliki identitas cair (identity fluid), mengalami proses yang dinamis (becoming), serta mampu melampaui batas sosial dan budaya (deterritorialization). Dengan demikian, perempuan tidak hanya hadir sebagai objek estetis, tetapi juga sebagai subjek yang aktif, bebas, dan dinamis. Kemudian, penelitian ini juga menemukan adanya paradoks berupa re-territorialization, di mana representasi pembebasan tersebut masih diproduksi melalui sudut pandang maskulin penyair, sehingga menempatkan perempuan pada batas baru sebagai objek pengultusan puitis.
Kata Kunci: Citra Perempuan, Nizar Qabbani, Hub Bilā Ḥudūd, Teori Nomadik, Semiotika."
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Bahasa dan Sastra Arab |
| Depositing User: | Perpustakaan UIN STS Jambi |
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 04:46 |
| Last Modified: | 16 Sep 2026 04:46 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/5439 |
