Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Konsep qiwamah dan relasi nafkah suami istri dalam QS Annisa ayat 34 analisis qiro'ah Mubadalah faqihuddin Abdul kadir

Ernawati, Ernawati (2026) Konsep qiwamah dan relasi nafkah suami istri dalam QS Annisa ayat 34 analisis qiro'ah Mubadalah faqihuddin Abdul kadir. Other thesis, UIN STS JAMBI.

Full text not available from this repository.

Abstract

"Peran istri sebagai pencari nafkah dapat memperkuat ketahanan ekonomi
keluarga, tetapi di sisi lain juga berpotensi menimbulkan konflik peran, beban ganda,
dan ketegangan psikologis. Bahkan ketika istri menjadi tulang punggung keluarga,
mereka sering kali harus menjalankan tugas domestik seperti mengurus anak,
memasak, dan membersihkan rumah, sekaligus bekerja untuk memenuhi kebutuhan
ekonomi keluarga. Hal ini dapat menyebabkan stres dan kelelahan yang berlebihan
serta bisa berdampak pada kesehatan mental. Maka kondisi ini memperlihatkan adanya
tantangan yang serius dalam menyeimbangkan peran ganda sebagai Ibu dan bekerja.
Maka tujuan penelitian ini ingin mengetahui bagaimana konsep qiwāmah perspektif
Al-Qur’an, bagaimana dinamika penafsiran era klasik dan kontemporer pada QS. AnNisā' [4]: 34, serta bagaimana analisis qira'ah mubādalah terhadap QS. An-Nisā' [4]:
34.
Penelitian ini termasuk dalam ketegori penelitian kepustakaan (library
research) dikarenakan dilihat dari objek pada penelitian ini ialah berupa teks Al-Quran,
kitab, buku, jurnal, artikel, serta literatur lainnya. Data primernya dari Kitab Al-Qur’an,
dan Buku Karya Faqihuddin Abdul Kodir yang berjudul “Qira'ah Mubādalah” (Tafsir
Progresif untuk Keadilan Gender dalam Islam). Sedangkan data skundernya penulis
ambil dari berbagai macam buku terutama berkenaan dengan peran istri sebagai pencari
nafkah. Kemudian di analisis menggunakan qira'ah mubādalah dalam menafsirkan
QS. An-Nisā' [4]: 34 yang menekankan pada pemahaman bersifat dialogis dan timbal
balik antara suami-istri dalam menjalankan peran dan tanggung jawab keluarga.
Hasil yang penulis temui berdasarkan analisis qira'ah mubādalah pada QS. AnNisā’ [4]: 34 dapat dipaparkan bahwa dari tafsir konvensional sering memahami
ungkapan laki-laki itu pemimpin atau penanggung jawab perempuan sebagai ketentuan
mutlak berdasarkan jenis kelamin. Namun, dalam pandangan tafsir mubādalah
menolak pemahaman berbasis jenis kelamin tersebut. Sebab, tanggung jawab nafkah
dan kepemimpinan dalam Islam tidak ditentukan oleh laki atau perempuan, melainkan
berdasarkan kemampuan, kepemilikan harta, dan keutamaan (fadhl) yang dimiliki
seseorang. Adapun penyebutan laki-laki di ayat tersebut hanyalah gambaran kondisi
sosial saat ayat turun, bukan aturan mutlak. Istilah al-rijāl dalam Al-Qur’an pun sering
bermakna orang yang berkomitmen atau berkemampuan tidak terbatas pada laki-laki
saja. Sehingga, inti pesan dari QS. An-Nisā’ [4]: 34 bersifat universal. Siapa saja yang
mampu dan memiliki harta, wajib menanggung kebutuhan anggota keluarga yang
kurang mampu, tanpa memandang jenis kelamin"

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Sistem Informasi
Depositing User: Juwita Asna Dewi, S.H.I
Date Deposited: 16 Sep 2026 04:43
Last Modified: 16 Sep 2026 04:43
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/5427

Actions (login required)

View Item
View Item