Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Childfree dalam perspektif Al-Qur'an(studi atas pemikiran nur rofiah)

M Redho, M Redho (2026) Childfree dalam perspektif Al-Qur'an(studi atas pemikiran nur rofiah). Other thesis, UIN STS JAMBI.

Full text not available from this repository.

Abstract

"Fenomena childfree semakin mengemuka dalam masyarakat modern dan
menimbulkan beragam respon sosial, budaya, serta keagamaan. Dalam perspektif
Islam, pernikahan umumnya dipahami sebagai sarana melanjutkan keturunan,
sehingga keputusan untuk hidup tanpa anak sering dianggap menyimpang dari
tujuan utama pernikahan. Namun, perkembangan pemikiran kontemporer
menghadirkan sudut pandang baru yang lebih kritis, kontekstual, dan berorientasi
pada keadilan gender. Fenomena ini tidak hanya menjadi isu sosial, tetapi juga
menuntut kajian mendalam dari perspektif tafsir Al-Qur’an agar dapat dipahami
secara proporsional dalam koridor ajaran Islam.
Penelitian ini mengkaji konsep childfree dalam Al-Qur’an melalui analisis
pemikiran Nur Rofiah, seorang akademisi Muslimah Indonesia yang menekankan
pentingnya keadilan gender dalam penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an. Metode
penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan tafsir tematik
(maudhu’i) berbasis konteks. Data primer diperoleh dari karya Nalar Kritis
Muslimah, sementara data sekunder berasal dari literatur tafsir klasik dan
kontemporer, hukum Islam, serta kajian gender. Analisis dilakukan secara
deskriptif-analitik melalui studi kepustakaan, dengan menghimpun ayat-ayat Al-
Qur’an yang relevan mengenai pernikahan, keluarga, dan keturunan, kemudian
dipadukan dengan pemikiran Nur Rofiah untuk menghasilkan pemahaman yang
lebih komprehensif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Nur Rofiah, tujuan pernikahan
tidak semata-mata reproduksi, melainkan pencapaian ketenangan jiwa (sakinah)
yang dibangun atas dasar cinta (mawaddah) dan kasih sayang (rahmah). Dalam
kerangka ini, childfree dapat dipandang sebagai pilihan sah (mubah) selama
didasarkan pada kesepakatan bersama pasangan, pertimbangan rasional, serta
tidak bertentangan dengan prinsip kemaslahatan dan keadilan. Al-Qur’an sendiri
tidak secara eksplisit mewajibkan setiap pasangan untuk memiliki anak, melainkan
menempatkan anak sebagai anugerah Ilahi yang sifatnya kontekstual sesuai
kehendak Allah.
Rekomendasi penelitian ini menekankan perlunya penguatan perspektif
keadilan gender dalam kajian tafsir, agar fenomena childfree dipahami secara
proporsional dan tidak sekadar dinilai dari sudut pandang normatif. Kajian tafsir
kontemporer perlu memberi ruang bagi pengalaman perempuan, sehingga
keputusan childfree dapat dilihat sebagai bentuk ikhtiar menjaga keadilan,
keseimbangan, dan kebahagiaan keluarga. Selain itu, penelitian lanjutan mengenai
implikasi sosial, budaya, dan hukum childfree di masyarakat Muslim kontemporer
sangat diperlukan, agar fenomena ini dapat dipahami secara lebih utuh dan
memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu tafsir serta wacana keadilan
gender dalam Islam."

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir
Depositing User: Juwita Asna Dewi, S.H.I
Date Deposited: 16 Sep 2026 04:34
Last Modified: 16 Sep 2026 04:34
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/5410

Actions (login required)

View Item
View Item