Akmal Izzah Azami Hasibuan (2026) Kontekstualisasi Hadis Aqiqah Dengan Unggas. Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Full text not available from this repository.Abstract
"ABSRTAK
Hadis-hadis tentang aqiqah secara eksplisit menyebutkan peyembelihan kambing atau domba sebagai bentuk pelaksanaannya. Namun dalam realitas sosial, muncul pertanyaan mengenai kemungkinan penggunaan unggas sebagai alternative, terutama dalam kondisi keterbatasan ekonomi masyarakat. Perbedaan antara riwayat marfu’ dan atsar sahabat terkait masalah ini memunculkan kebutuhan akan kajian ilmiah yang komprehensif. Oleh karena itu, penelitian bertujuan untuk mengkaji kualitas sanad dan matan riwayat-riwayat tentang aqiqah serta melakukan kontkestualisasi melalui pendekatan ma’ani hadis guna merumuskan posisi aqiqah dengan unggas secara metodologis dan argumentatif.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriftif-analitis. Data primer berupa hadis-hadis tentang aqiqah dalam kitab-kitab hadis mu’tabarah dan atsar sahabat yang relevan. Analisis dilakukan melalui tahapan takhrij, kritik sanad untuk menilai kredibilitas perawi dan kesinambungan sanad, serta kritik matan untuk menilai kesesuaian makna dengan prinsip-prinsip umum syariat. Selanjutnya, hadis dianalisis menggunakan teori ma’anil hadis menurut M. Syuhudi Ismail, yang meliputi analisis kebahasaan, identifikasi unsur sosial-historis, pembedaan dimensi tekstual dan kontekstual, serta pengujian keselarasan dengan nash qath’i.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa riwayat marfu’ yang sahih secara tegas menetapkan kambing sebagai hewan aqiqah dan ketentuan tersebut lebih kuat dipahami sebagai ibadah yang bersifat ta’abbudi (tauqifi). Riwayat tentang penggunaan unggas tidak mencapai derajat yang setara dan umumnya berupa atsar sahabat, sehingga tidak dapat dijadikan dasar untuk menggantikan ketentuan pokok dalam hadis marfu’. Kontekstualisasi yang tepat bukanlah mengganti jenis hewan, melainkan memahami hikmah sosial dan dimensi sedekah dalam aqiqah tanpa mengubah batas normatifnya. Penelitan ini merekomendasikan agar pemaknaan konntekstual hadis tetap berada dalam koridor metodologi Ilmu Hadis dan tidak menyalahi ketentuan ibadah yang telah ditetapkan secara tekstual.
"
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Hadis |
| Depositing User: | Perpustakaan UIN STS Jambi |
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 03:44 |
| Last Modified: | 16 Sep 2026 03:44 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/5363 |
