Logo UIN

Digital Library - UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

"ANALISIS HERMENEUTIKA ABDULLAH SAEED TERHADAP PSEUDO-SPIRITUALITY PADA Q.S. AT- TAUBAH [9]: 67"

Gatot Jumana (2026) "ANALISIS HERMENEUTIKA ABDULLAH SAEED TERHADAP PSEUDO-SPIRITUALITY PADA Q.S. AT- TAUBAH [9]: 67". Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Full text not available from this repository.

Abstract

"ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena pseudo-spirituality,
yaitu praktik keberagamaan yang menampilkan simbol dan identitas religius
secara lahiriah, tetapi tidak disertai dengan internalisasi nilai-nilai keimanan,
moral, dan integritas. Fenomena tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara
ekspresi religius dengan perilaku nyata sehingga relevan dikaji melalui perspektif
Al-Qur‘an, khususnya Q.S. At-Taubah [9]:67 yang menguraikan karakter kaum
munafik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan konsep pseudo-
spirituality dalam kajian keagamaan kontemporer: (2) menganalisis Q.S. At-
Taubah [9]:67 menggunakan pendekatan hermeneutika kontekstual Abdullah
Saeed; dan (3) menjelaskan signifikansi pesan moral ayat tersebut terhadap
fenomena pseudo-spirituality pada masyarakat modern.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan
metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui Al-Qur‘an, kitab tafsir, buku,
jurnal ilmiah, dan karya akademik yang berkaitan dengan objek penelitian.
Analisis data dengan menelusuri makna tekstual ayat, konteks sosio-historis
turunnya ayat, konteks kekinian, serta penerapan nilai-nilai etis ayat dalam realitas
sosial kontemporer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Q.S. At-Taubah [9]: 67 tidak hanya
menggambarkan karakter kaum munafik pada masa Nabi Muhammad saw., tetapi
juga memuat prinsip-prinsip etis yang bersifat universal mengenai bahaya
keberagamaan yang kehilangan integritas moral. Melalui pendekatan
hermeneutika Abdullah Saeed, ayat ini dipahami sebagai kritik terhadap praktik
pseudo-spirituality yang ditandai oleh ketidaksesuaian antara identitas religius,
ucapan, dan perilaku. Fenomena religiusitas yang digunakan sebagai sarana
pencitraan, legitimasi sosial, atau kepentingan pragmatis merupakan bentuk aktual
dari penyimpangan nilai-nilai spiritual yang dikritik Al-Qur‘an. Oleh karena itu,
spiritualitas autentik menurut Q.S. At-Taubah [9]:67 harus dibangun atas dasar
keikhlasan, ketakwaan, integritas moral, serta konsistensi antara iman, ucapan,
dan perbuatan sehingga mampu menghadirkan kemaslahatan dalam kehidupan
individu maupun masyarakat."

Item Type: Thesis (Other)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir
Depositing User: Perpustakaan UIN STS Jambi
Date Deposited: 15 Sep 2026 04:57
Last Modified: 15 Sep 2026 04:57
URI: http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/5059

Actions (login required)

View Item
View Item