Hafiza (2026) KONTEKTUALISASI Q.S. AR-RUM [30]:30 TENTANG FITRAH MANUSIA PERSPEKTIF KONTEKSTUAL ABDULLAH SAEED DAN RELEVANSINYA TERHADAP FENOMENA LOOKSMAXING. Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Full text not available from this repository.Abstract
"Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena looksmaxxing di era digital yang mendorong individu untuk mengoptimalkan penampilan fisik sesuai standar kecantikan yang berkembang di media sosial. Fenomena ini memengaruhi cara pandang seseorang terhadap tubuh dan identitas dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna fitrah dalam Q.S. Ar-Rūm [30]:30, mengkaji penafsiran ayat tersebut melalui hermeneutika kontekstual Abdullah Saeed, serta menjelaskan relevansinya terhadap fenomena looksmaxxing di era digital.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan metode deskriptif-analitis. Data primer berupa Q.S. Ar-Rūm [30]:30 dan kitab-kitab tafsir, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan literatur yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan hermeneutika kontekstual Abdullah Saeed yang menghubungkan makna teks Al-Qur’an dengan konteks kehidupan modern.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitrah merupakan potensi dasar manusia yang mengarahkan kepada tauhid, kebenaran, dan keseimbangan antara aspek jasmani, akal, dan ruhani. Melalui pendekatan hermeneutika kontekstual, Q.S. Ar-Rūm [30]:30 dipahami mengandung nilai-nilai universal yang tetap relevan dalam kehidupan modern, seperti tauhid, keseimbangan, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Penelitian ini menemukan bahwa looksmaxxing tidak bertentangan dengan fitrah apabila dilakukan untuk menjaga kesehatan, kebersihan, dan kualitas diri. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena looksmaxing di era modern serta menginterpretasikan makna Q.S. Ar-Rum [30]:30 melalui hermeneutika kontekstual Abdullah Saeed. Penelitian ini juga mengkaji relevansi nilai fitrah dalam ayat tersebut sebagai landasan etis dalam menyikapi budaya looksmaxing sesuai ajaran Islam. Namun, praktik tersebut menjadi tidak sejalan dengan fitrah ketika berkembang menjadi obsesi terhadap kesempurnaan fisik, menimbulkan ketidakpuasan diri, serta menjadikan validasi sosial sebagai ukuran utama nilai diri. Oleh karena itu, konsep fitrah dalam Q.S. Ar-Rūm [30]:30 dapat menjadi landasan etis dalam menyikapi fenomena looksmaxxing agar tercipta keseimbangan antara pengembangan penampilan fisik dan kualitas spiritual."
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Perpustakaan UIN STS Jambi |
| Date Deposited: | 15 Sep 2026 04:43 |
| Last Modified: | 15 Sep 2026 04:44 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/5043 |
