Zulisa, Nadila (2026) Fenomena Fear of missing out (FOMO) dalam perspektif Al-Qur'an analisis Double movement Fazlur Rahman. Other thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Full text not available from this repository.Abstract
" Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena Fear of Missing Out (FOMO) seiring pesatnya perkembangan teknologi digital dan media sosial yang memengaruhi pola interaksi serta perilaku masyarakat. FOMO ditandai dengan kecenderungan individu untuk terus mengikuti informasi, pengalaman, dan pencapaian orang lain karena rasa takut tertinggal. Berbagai penelitian sebelumnya lebih banyak mengkaji FOMO dari perspektif psikologi, sedangkan kajian yang menganalisis fenomena tersebut dalam perspektif Al-Qur’an melalui pendekatan Double Movement Fazlur Rahman masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep FOMO, menganalisis fenomena FOMO dalam perspektif Al-Qur’an, serta mengkaji Q.S. Ṭāhā [20]:131 dan Q.S. An-Nisā’ [4]:32 menggunakan metode Double Movement Fazlur Rahman.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data primer penelitian berupa Q.S. Ṭāhā [20]:131, Q.S. An-Nisā’ [4]:32, kitab-kitab tafsir, dan karya Fazlur Rahman. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, artikel ilmiah, skripsi, dan berbagai literatur yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan metode Double Movement, yaitu memahami ayat berdasarkan konteks sosio-historisnya, kemudian merumuskan nilai moral universal untuk dikontekstualisasikan dengan fenomena FOMO pada era digital.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori Double Movement Fazlur Rahman mampu menghubungkan pesan moral Al-Qur’an dengan realitas kehidupan modern. Q.S. Ṭāhā [20]:131 mengajarkan agar manusia tidak menjadikan kenikmatan dunia yang dimiliki orang lain sebagai orientasi hidup, sedangkan Q.S. An-Nisā’ [4]:32 menegaskan larangan menginginkan kelebihan yang Allah anugerahkan kepada orang lain serta mendorong manusia untuk berikhtiar dan memohon karunia-Nya. Penelitian ini menemukan bahwa FOMO bukan merupakan fenomena yang sepenuhnya baru dalam perspektif Al-Qur’an. Perubahan hanya terjadi pada bentuk dan medianya, sedangkan substansi persoalannya tetap sama, yaitu kecenderungan manusia membandingkan dirinya dengan orang lain dan menjadikan kenikmatan dunia sebagai tolok ukur keberhasilan hidup.
"
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Divisions: | Fakultas Ushuludin dan Studi Agama > Ilmu Al quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Perpustakaan UIN STS Jambi |
| Date Deposited: | 15 Sep 2026 02:31 |
| Last Modified: | 15 Sep 2026 02:31 |
| URI: | http://digilib.uinjambi.ac.id/id/eprint/4905 |
